HANDPHONE! Barang kecil yang satu ini emang jadi penyakit di era modern. Terlebih kita yang masih tergolong ABG ini. Semua ada di dalam genggaman. SMS, telpon, kamera, musik, internet dll. Seakan-akan semua kita termanjakan dengan kemudahan ini...
Dan memang benar, rata-rata dari kita memang jadi autis dengan Handphone. Pernah suatu ketika saya berangkat ke sekolah, Handphone ketinggalan di rumah. Spontan saya puter balik arah ambil handphone yang tertinggal. Saya berani bertaruh kalau dompet yang ketinggalan nggak karuan bakal saya puter balik ke rumah. Bisa diambil kesimpulan, hape itu separuh dari saya. :p
Oke, dan ketika kita sudah terhipnotis dengan kecanggihan handphone yang aduhai, kita jadi sama sekali ketergantungan dengannya. Dan aktifitas ketergantungan itu meningkat dari sering sms-an, rajin ngapelin mbak2 counter pulsa, sering ngecharge HP, dikit-dikit HP, mandi bawa HP (ini bukan kriteria autis saya), diajak ngobrol sama temen nggak nyahut gara-gara konsentrasi ke HP.
Bisa dibayangkan, aktifitas yang biasanya kita lakuin sama HP tiba-tiba hilang gitu aja selaras HP yang juga ilang entah kemana?? "Rasanya seperti kita kangen sama orang yang kita sayang, tapi dianya nggak ada kabar"
Sangat-sangat situasi yang sulit ketika saya harus menerima keadaan ini. HP yang sudah menemani dari SMA tiba-tiba lenyap. Semua terjadi begitu sangat cepat sekali. Semua file-file gambar, musik, sms-sms, kontak belum sepenuhnya ter-back up.
2 hari 2 malam tidur sangat sulit. Waktu-waktu yang biasanya diisi dengan pejet-pejet HP udah nggak ada lagi. Kantong celana kiri tersa begitu lengang dari biasanya. Semua terasa sangat berbeda ketika HP tiada menemani lagi. Melihat charger dan headset tergeletak tak berdaya di meja kamar begitu menyiksa. "Maaf, aku menghilangkan suami kalian. Cari lagi ya?", kataku pada mereka.
Apapun itu pasti ada hikmahnya. Seperti waktu itu, saya menjadi lebih mem-bumi dengan orang-orang disekitar rumah, lebih bisa menghargai akan sesuatu, dikit-dikit nggak update twitter maupun FB, kuantitas saya ngapel ke mbak-mbak counter pulsa juga berkurang, listrik rumah juga jadi lebih irit *halah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar