Pondok Sobron adalah tempat dimana kita, mahasiswa UMS menuntut ilmu mata kuliah Islamic Studies. Dan ini wajib! Nama formalnya adalah 'Baitul Arqam', dan nama bekennya adalah 'Sobron' karena lebih simpel, pendek dan menjelaskan arti dari keseluruhan. Sebelumya, Sobron sendiri adalah mata kuliah yang pertemuannya tatap muka di kelas seperti mata kuliah yang lain, dan dalam perkembangannya, Baitul Arqam menjelma menjadi pendidikan di Pondok selama 4 hari 3 malam.
Pada intinya tetep kuliah, tapi pindah tempat. Kita di kelas juga terima pelajaran gitu, tentang agama Islam tentunyaa. Penyelenggara Baitul Arqam/Sobron adalah LPID (Lembaga Pengembangan Ilmu-ilmu Dasar), ketika di Pondok Sobron, semua tanggung jawab ada pada Imam. Dan ada Co. Imam yang bertugas membantu Imam (Mas Furqon). Dan ketika di kelas, kita diajar oleh para fasilitator yang bertugas memberi ilmu dan menilai ketika kita di kelas. Biasanya para fasilitator terdiri dari 3 orang. 1 laki-laki, 2 perempuan. Oiya, karena keterbatasan penyelenggaran Baitul Arqam, maka dibuat kloter/gelombang. Ketika saya kemaren masuk di kloter 8. Kemudian lanjut ke kloter berikutnya. Dibedakan menjadi 5 Asrama, dan 4 kelas.
Baitul Arqam sendiri mempunyai motto,
- Keikhlasan
- Kesederhanaan
- Kebersamaan
- Kejujuran
- Keberanian
- Kedisiplinan
- Kesabaran
- Sholat Tahajud
- Sholat Subuh
- Tadarus
- Olah Raga
- Makan Pagi
- MCK
- Kuliah
- Ishoma
- Kuliah
- Sholat Ashar
- Kuliah
- MCK
- Sholat Maghrib
- Makan malam
- Sholat Isya'
- Materi (lagi)
- Tidur (pukul 21.00)
Namun ada keintiman juga ketika kita di kelas. Pada kloter 8, kita di satukan dari FKIP Bhs Inggris, Bhs Indonesia, Biologi, dan FAI terasa sangat klop sekali. Kita yang belum pernah bertemu seperti sudah kenal lama! Ternyata dugaan saya salah. Saya kira mahasiswa FAI itu pada serius-serius! tapi nyatanya??Asik juga merekaa
Di kelas tentu ada yang memimpin doong?? nhaaah, ketua kelas B bernama Erfan. Dia Bersal dari FKIP Bhs Indonesia. Gendut orangnya, asik orangnya, supel orangnya, loyal orangnya, pintar orangnya.. Salut deh buat dia!
Ada yang masih membekas ketika tatap muka di kelas. Materinya adalah 'Bisnis dalam Islam'. Kelompok saya kebagian materi 'Jasa-Jasa Halal' beranggotakan 12 orang dan harus di presentasikan dalam bentuk drama! Waktu buat diskusi sangat mepet, lalu saya mikirr..mikiirr.mikirrr sampe CPU otak anget
Ada yang sangat lucu, ketika sholat Tahajud banyak teman yang waktu sujud nggak bangun-bangun. Masih nempeeeeel jidatnya di Sajadah.
Itulah kehebatan Sobron. Di awal teman-teman saya sangat malas untuk mengikuti acara wajib ini. Tapi ini sudah sebuah peraturan. Tanpa ada sertifikat ini dari LPID, besuknya bakal gak ada nilai Islamic Studies, dan artinya nggak bisa Skripsi.
Oiya, di awal belum saya sampaikan kalo sewaktu Sobron itu juga ada peraturannya.
- Dilarang membawa alat-alat elektronik.
- Dilarang merokok (hanya membawa sekalipun)
Dan saat-saat kepulangan-lah yang sangat di nanti-nanti, 4 hari nggak megang hape akhirnya megang juga. Dan saya melihat indah dunia, bosan juga tiap waktu mendengar suara deru mesin kereta api. (karena Pondok Sobron dekat pintu perlintasan kereta api, Makam Haji).
Sungguh menggalaukan di awal, dan berakhir kebahagiaan. Semua harus dijalani. Sesungguhnya sesuatu yang mungkin kurang menyenangkan itu menyimpan keasyikan. Tinggal kita yang menyikapinya.
Sepulang dari Sobron, serasa terlahir kembali. Hati tuh ayem tentrem kaya abis bayar utang berjuta-juta. Ada baiknya kalau sepulang Sobron ini, untuk lebih rajin sholat, puasa, sholat malam.
Euforia asrama E ketika hari tekahir menjelang penutupan

Tidak ada komentar:
Posting Komentar